Berikut tafsir Surah Al-A‘rāf ayat 53 secara ringkas, padat, dan komplit, gaya ahli tafsir mumpuni:
📖 Ayat (QS. Al-A‘rāf: 53)
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُ ۚ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
🕌 Tafsīr Ringkas & Padat
1. Menunggu kebenaran menjadi nyata
“Mereka tidak menunggu kecuali ta’wīl-nya,” yaitu:
- Terwujudnya ancaman dan janji Al-Qur’an,
- Terjadi pada hari kiamat.
2. Penyesalan yang terlambat
Saat hari itu tiba, orang-orang yang dahulu melupakan Al-Qur’an berkata:
“Sungguh para rasul telah datang membawa kebenaran.”
Namun pengakuan ini tidak lagi berguna.
3. Permintaan yang mustahil dikabulkan
Mereka berharap:
- Ada pemberi syafaat, atau
- Bisa dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh.
Semua permintaan ini ditolak.
4. Kerugian total
Allah menutup ayat dengan keputusan final:
- Mereka merugikan diri sendiri,
- Semua sembahan palsu dan angan-angan lenyap tak tersisa.
📚 Penjelasan Ulama
- Ibn Kathīr: Ta’wil di sini adalah kenyataan dari janji dan ancaman Al-Qur’an.
- Al-Qurṭubī: Penyesalan di akhirat tidak membuka pintu taubat.
- As-Sa‘dī: Orang yang meninggalkan Al-Qur’an akan menyadari kebenarannya saat tidak ada lagi kesempatan.
🔗 Ayat-Ayat Terkait (Penyesalan & Permintaan Kembali ke Dunia)
-
Al-An‘am: 27–28
Mereka berharap dikembalikan ke dunia, namun tidak dikabulkan. -
Al-Mu’minun: 99–100
Permintaan kembali ke dunia setelah mati ditolak. -
As-Sajdah: 12
Pengakuan dosa di hari kiamat. -
Fatir: 37
Teriakan penghuni neraka meminta dikeluarkan. -
Az-Zumar: 56–58
Penyesalan karena lalai terhadap Allah.
✅ Kesimpulan Ayat 53
- Kebenaran Al-Qur’an pasti terbukti.
- Penyesalan tanpa amal tidak menyelamatkan.
- Syafaat hanya dengan izin Allah dan bagi orang bertauhid.
- Kesempatan beramal hanya di dunia.
Jika Ustadz ingin:
- Rangkuman tematik ayat 48–53, atau
- Lanjut ke kisah Nabi Adam (ayat 54 dst.),
cukup katakan “Ya”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar