Cari Blog Ini

Selasa, 17 Februari 2026

gar Ibadah Kurban Kita Diterima oleh Allah

🍂 Di dalam Al-Qur'an, Allah mengkisahkan dua putra Nabi Adam melakukan ibadah yang sama namun hanya satu yang diterima oleh Allah. “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Qabil dan Habil) dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah satunya dan tidak diterima dari yang lainnya. Maka berkata yang tidak diterima kurbannya, ‘Sungguh aku akan membunuhmu’. Dan berkata yang diterima kurbannya, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang bertakwa.’” [QS Al-Maidah: 27] 🍒 Di dalam ayat lain Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidak akan sampai kepada Allah daging-dagingnya, ataupun darah-darahnya (kurban). Akan tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari (hati) kalian.” [QS Al-Hajj: 37] 📒 Ketaatan yang hakiki bukan terletak pada gerakan anggota badan atau ucapan di lisan saja. Lebih daripada itu, ketaatan yang sejati adalah yang berakar dari dalam dada. Ketaatan yang tumbuh dari keikhlasan niat, kelurusan aqidah, dan berada di dalam koridor syari’at. 📚 Ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan haruslah ikhlas hanya untuk Allah semata, sebagaimana firman-Nya, “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu, dan berkurbanlah (untuk Rabbmu).” [QS Al-Kautsar: 2] Demikian pula Rasulullah pernah bersabda, “Allah melaknat orang yang menyembelih kurban kepada selain Allah.” [HR Muslim]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar