Cari Blog Ini

Jumat, 17 Juli 2026

AL A''''RAF' 147TAFSIR DAN AYAT TERKAIT

 

Tafsir Lengkap Surah Al-A'raf Ayat 147 (QS. 7:147)

Berdasarkan 5 Ahli Tafsir: Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Quraish Shihab, dan Tafsir Kementerian Agama RI


📖 QS. Al-A'raf Ayat 147

Teks Arab

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَلِقَآءِ ٱلْـَٔاخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Terjemahan Kemenag RI

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan (mendustakan) pertemuan di akhirat, sia-sialah amal mereka. Mereka tidak diberi balasan selain apa yang telah mereka kerjakan."


1. Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya yang menerangkan akibat kesombongan. Orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak percaya kepada hari akhir akan kehilangan nilai amalnya.

a. "Mendustakan ayat-ayat Kami"

Yang dimaksud adalah menolak:

  • ayat-ayat Al-Qur'an,

  • mukjizat para nabi,

  • tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta.

Penolakan itu dilakukan dengan sadar setelah datang penjelasan yang benar.

b. "Mendustakan pertemuan akhirat"

Mereka mengingkari:

  • kebangkitan,

  • hisab,

  • surga,

  • neraka,

  • balasan amal.

Karena tidak meyakini adanya pertanggungjawaban, mereka bebas mengikuti hawa nafsu.

c. "Habislah amal mereka"

Menurut Ibnu Katsir, semua amal baik orang kafir yang dilakukan tanpa iman tidak bernilai sebagai penyelamat di akhirat. Mereka mungkin memperoleh balasan di dunia—seperti pujian atau rezeki—tetapi tidak mendapat pahala akhirat.

d. "Tidak dibalas kecuali apa yang mereka kerjakan"

Allah tidak menzalimi mereka. Hukuman yang diterima sepenuhnya sesuai dengan kekufuran dan amal yang mereka lakukan.


2. Tafsir Ath-Thabari

Ath-Thabari menjelaskan bahwa ayat ini berbicara tentang orang-orang yang:

  • menolak wahyu,

  • mengingkari kebangkitan,

  • mendustakan para rasul.

Makna "ḥabiṭat a‘māluhum"

Amal mereka menjadi batal karena kekufuran menghapus manfaat amal tersebut di akhirat.

Beliau menjelaskan bahwa amal tanpa iman tidak menjadi sebab keselamatan di sisi Allah.

Balasan yang adil

Kalimat:

"Mereka tidak dibalas kecuali apa yang mereka kerjakan."

menunjukkan keadilan Allah. Tidak ada tambahan hukuman di luar dosa yang mereka lakukan, dan tidak ada kezaliman dalam keputusan-Nya.


3. Tafsir Al-Qurthubi

Al-Qurthubi membahas panjang tentang hubungan iman dan amal.

Beliau menjelaskan bahwa:

  • amal saleh harus disertai iman,

  • kekufuran menggugurkan pahala amal di akhirat.

Beliau juga menjelaskan bahwa orang kafir dapat memperoleh manfaat amalnya di dunia, misalnya:

  • kesehatan,

  • kekayaan,

  • nama baik,

  • umur panjang,

tetapi seluruh itu bukan pahala akhirat.

Ayat ini juga menunjukkan bahwa keadilan Allah sempurna; setiap orang memperoleh balasan sesuai amalnya.


4. Tafsir Quraish Shihab (Tafsir Al-Misbah)

Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat ini menekankan pentingnya fondasi keimanan.

Menurut beliau:

Amal baik tidak berdiri sendiri.

Amal memperoleh nilai hakiki apabila dibangun di atas:

  • iman kepada Allah,

  • keimanan kepada hari akhir,

  • keikhlasan.

Orang yang menolak hari akhir kehilangan orientasi hidup sehingga amalnya tidak mengantarkan kepada keselamatan abadi.

Beliau juga menegaskan bahwa Allah sama sekali tidak berlaku zalim; balasan diberikan secara proporsional sesuai pilihan manusia.


5. Tafsir Kementerian Agama RI

Menurut Tafsir Kemenag:

Ayat ini menjelaskan bahwa:

  • mendustakan wahyu,

  • mengingkari hari akhir,

menyebabkan amal seseorang kehilangan nilai di sisi Allah.

Mereka mungkin melakukan berbagai kebaikan, tetapi karena tidak beriman, amal itu tidak menjadi sebab memperoleh kebahagiaan akhirat.

Kalimat penutup menunjukkan bahwa Allah memberi balasan berdasarkan keadilan yang sempurna.


Perbandingan Kelima Ahli Tafsir

MufassirPokok Penafsiran
Ibnu KatsirKekufuran menghapus pahala amal di akhirat; amal baik hanya dibalas di dunia.
Ath-ThabariAmal batal karena tidak disertai iman kepada Allah dan hari akhir.
Al-QurthubiAmal saleh harus disertai iman; orang kafir dapat menerima balasan dunia, bukan akhirat.
Quraish ShihabIman menjadi fondasi nilai amal; tanpa iman, amal kehilangan orientasi menuju akhirat.
Kemenag RIPendustaan terhadap wahyu dan hari akhir menyebabkan amal tidak bernilai di sisi Allah pada kehidupan akhirat.

Kaitan dengan Ayat Lain

  • QS. Al-Kahfi [18]: 103–105: Orang yang paling rugi amalnya adalah mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya.

  • QS. Az-Zumar [39]: 65: Syirik dapat menghapus amal.

  • QS. Muhammad [47]: 32–34: Orang yang kafir dan menghalangi jalan Allah akan gugur amalnya.

  • QS. Al-Baqarah [2]: 217: Orang yang murtad lalu mati dalam kekafiran, gugurlah amalnya di dunia dan akhirat.


Hikmah QS. Al-A'raf Ayat 147

  1. Keimanan kepada Allah dan hari akhir merupakan dasar diterimanya amal.

  2. Mendustakan wahyu dan hari akhir membawa kerugian yang besar di akhirat.

  3. Allah membalas setiap orang secara adil sesuai dengan amal dan pilihannya.

  4. Amal saleh hendaknya dilakukan dengan iman dan keikhlasan agar bernilai di sisi Allah.

  5. Keyakinan akan hari akhir mendorong manusia untuk bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.


Kesimpulan

Kelima mufassir sepakat bahwa QS. Al-A'raf ayat 147 menegaskan dua prinsip utama:

  1. Mendustakan ayat-ayat Allah dan mengingkari hari akhir menyebabkan gugurnya pahala amal di akhirat, karena iman merupakan syarat diterimanya amal di sisi Allah.

  2. Allah Maha Adil; setiap orang akan menerima balasan yang sesuai dengan amal dan pilihannya, tanpa sedikit pun kezaliman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar