Tafsir Lengkap Surah Al-A'raf Ayat 146 (QS. 7:146)
Berdasarkan 5 Ahli Tafsir: Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Quraish Shihab, dan Tafsir Kementerian Agama RI
📖 QS. Al-A'raf Ayat 146
Teks Arab
سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَٰتِىَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَإِن يَرَوْا كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا بِهَا ۖ وَإِن يَرَوْا سَبِيلَ ٱلرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۖ وَإِن يَرَوْا سَبِيلَ ٱلْغَىِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَٰفِلِينَ
Terjemahan Kemenag RI
"Aku akan memalingkan dari tanda-tanda (kekuasaan)-Ku orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Sekalipun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku), mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Jika mereka melihat jalan yang benar, mereka tidak menempuhnya. Tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian itu karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan selalu lengah terhadapnya."
1. Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini berbicara tentang hukuman Allah terhadap orang-orang yang sombong.
Makna "Aku akan memalingkan dari ayat-ayat-Ku"
Allah menghalangi mereka dari memahami petunjuk sebagai akibat kesombongan mereka sendiri. Ini merupakan hukuman setelah mereka terus-menerus menolak kebenaran.
Kesombongan tanpa hak
Yang dimaksud adalah:
menolak kebenaran setelah mengetahuinya,
meremehkan manusia,
merasa diri paling benar.
Beliau mengutip hadis Nabi ﷺ:
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi."
Kesombongan di sini bukan sekadar merasa bangga, tetapi menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.
Tidak menerima petunjuk
Walaupun melihat berbagai mukjizat dan bukti, mereka tetap tidak beriman karena hati mereka telah tertutup.
2. Tafsir Ath-Thabari
Ath-Thabari menjelaskan bahwa Allah memalingkan mereka dari:
memahami Al-Qur'an,
mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah,
menerima hidayah.
Menurut beliau, penyebabnya bukan karena Allah menzalimi mereka, tetapi karena mereka lebih dahulu memilih kesombongan dan pendustaan.
Kalimat:
"Mereka melihat jalan petunjuk tetapi tidak menempuhnya."
berarti mereka mengetahui mana yang benar tetapi sengaja meninggalkannya.
Sebaliknya mereka memilih jalan kesesatan karena sesuai dengan hawa nafsu mereka.
3. Tafsir Al-Qurthubi
Al-Qurthubi memberikan penjelasan yang luas mengenai penyakit takabur.
Beliau menjelaskan bahwa kesombongan terdiri atas:
menolak kebenaran,
menghina manusia,
merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Allah memalingkan hati mereka sebagai hukuman atas pilihan mereka sendiri.
Menurut Al-Qurthubi, ayat ini menunjukkan bahwa:
hidayah adalah karunia Allah,
tetapi kesombongan menjadi penghalang terbesar memperoleh hidayah.
Beliau juga menegaskan bahwa orang yang terus menerus menolak kebenaran akhirnya kehilangan kemampuan membedakan yang benar dan yang salah.
4. Tafsir Quraish Shihab (Tafsir Al-Misbah)
Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan proses psikologis orang yang sombong.
Ketika seseorang terus menolak kebenaran:
hati menjadi keras,
akal menjadi tertutup,
bukti sebesar apa pun tidak lagi memengaruhinya.
Menurut beliau:
"Aku akan memalingkan"
bukan berarti Allah menghalangi tanpa sebab, tetapi merupakan konsekuensi dari sikap manusia sendiri yang terus menerus memilih kesombongan.
Ayat ini juga menjelaskan bahwa kesesatan sering kali bukan karena kurangnya bukti, melainkan karena keengganan menerima kebenaran.
5. Tafsir Kementerian Agama RI
Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa:
Orang yang sombong:
menolak ajaran Allah,
menolak nasihat,
tidak mau menerima kebenaran.
Akibatnya Allah mencabut kemampuan mereka mengambil manfaat dari petunjuk.
Walaupun mereka melihat tanda-tanda kebesaran Allah:
mereka tidak beriman,
mereka justru memilih jalan kesesatan.
Ayat ini menjadi peringatan bahwa kesombongan merupakan penyebab utama seseorang kehilangan hidayah.
Perbandingan Kelima Ahli Tafsir
| Mufassir | Penjelasan Utama |
|---|---|
| Ibnu Katsir | Kesombongan menyebabkan hati tertutup sehingga tidak mampu menerima hidayah. |
| Ath-Thabari | Allah memalingkan mereka sebagai balasan atas pilihan mereka sendiri yang menolak kebenaran. |
| Al-Qurthubi | Takabur adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia; penyakit terbesar yang menghalangi hidayah. |
| Quraish Shihab | Penolakan terus-menerus membuat hati dan akal kehilangan kemampuan menerima kebenaran. |
| Kemenag RI | Kesombongan menyebabkan seseorang memilih kesesatan meskipun bukti telah nyata di hadapannya. |
Kosakata Penting
سَأَصْرِفُ (Sa-ashrifu) : Aku akan memalingkan.
آيَاتِي (Āyātī) : Tanda-tanda atau ayat-ayat-Ku.
يَتَكَبَّرُونَ (Yatakabbarūn) : Berlaku sombong.
الرُّشْد (Ar-rusyd) : Jalan petunjuk dan kebenaran.
الْغَيّ (Al-ghayy) : Jalan kesesatan.
غَافِلُونَ (Ghāfilūn) : Orang-orang yang lalai.
Hikmah QS. Al-A'raf Ayat 146
Kesombongan adalah penghalang terbesar untuk menerima petunjuk Allah.
Hidayah merupakan karunia Allah, tetapi manusia bertanggung jawab atas sikapnya terhadap kebenaran.
Banyaknya bukti tidak akan bermanfaat bagi orang yang menolak kebenaran karena kesombongan.
Orang yang terus mengikuti hawa nafsu dapat kehilangan kemampuan membedakan jalan yang benar dan yang salah.
Seorang mukmin hendaknya bersikap tawaduk, menerima kebenaran dari siapa pun datangnya, dan menjauhi sikap meremehkan orang lain.
Inti ayat: QS. Al-A'raf ayat 146 mengajarkan bahwa kesombongan yang membuat seseorang menolak kebenaran akan berakibat tertutupnya hati dari hidayah Allah. Sebaliknya, kerendahan hati dan kesiapan menerima kebenaran merupakan jalan menuju petunjuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar