Cari Blog Ini

Jumat, 17 Juli 2026

tafsir al A''raf '145

 Tanda yang Anda kirim hanya berupa deretan tanda petik (''''''''...).

Apakah maksud Anda ingin saya melanjutkan pembahasan QS. Al-A'raf ayat 145? Jika ya, berikut tafsir lengkapnya.


📖 Tafsir Lengkap QS. Al-A'raf Ayat 145

Ayat

وَكَتَبْنَا لَهُۥ فِى ٱلْأَلْوَاحِ مِن كُلِّ شَىْءٍ مَّوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُرِيكُمْ دَارَ ٱلْفَٰسِقِينَ

Terjemahan (Kemenag RI):

"Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu. Maka berpegangteguhlah kepadanya dan perintahkanlah kaummu agar berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik."


1. Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah memberikan alwāḥ (lembaran-lembaran Taurat) kepada Nabi Musa yang berisi:

  • nasihat,

  • hukum-hukum syariat,

  • halal dan haram,

  • petunjuk kehidupan.

Kalimat "min kulli syai'" bukan berarti seluruh ilmu yang ada, tetapi segala hal yang diperlukan Bani Israil dalam menjalankan agama mereka.

Perintah "fa khudzhā bi quwwah" berarti:

  • menerima Taurat dengan kesungguhan,

  • mengamalkan tanpa malas,

  • teguh menjalankan syariat.

"Wa'mur qawmaka ya'khudzu bi ahsaniha" berarti memilih dan mengamalkan bagian-bagian syariat yang paling sempurna, seperti memaafkan lebih utama daripada membalas ketika syariat membolehkan keduanya.

"Sa urīkum dāral fāsiqīn" dipahami sebagai negeri kaum yang durhaka yang dihancurkan Allah agar menjadi pelajaran.


2. Tafsir Ath-Thabari

Ath-Thabari menjelaskan bahwa Taurat memuat:

  • hukum ibadah,

  • hukum muamalah,

  • batasan halal-haram,

  • nasihat,

  • petunjuk kehidupan.

"Min kulli syai'" berarti seluruh kebutuhan agama Bani Israil, bukan seluruh pengetahuan di alam semesta.

"Bi quwwah" berarti:

  • tekad yang kuat,

  • kesungguhan,

  • ketaatan penuh.

"Bi ahsaniha" berarti mengambil hukum-hukum yang paling baik untuk diamalkan.

"Dār al-fāsiqīn" dapat dipahami sebagai negeri umat-umat yang dibinasakan karena kefasikan mereka, sehingga menjadi peringatan bagi Bani Israil.


3. Tafsir Al-Qurthubi

Al-Qurthubi menjelaskan bahwa:

Lauh-lauh Taurat merupakan karunia besar Allah kepada Musa.

Kandungannya mencakup:

  • aqidah,

  • ibadah,

  • akhlak,

  • hukum pidana,

  • hukum sosial.

Beliau menafsirkan "bi quwwah" sebagai kesungguhan lahir dan batin.

Sedangkan "bi ahsaniha" berarti memilih amal yang paling utama ketika terdapat beberapa pilihan yang dibolehkan syariat.

Tentang "dār al-fāsiqīn", beliau menyebut beberapa pendapat ulama:

  • negeri Fir'aun,

  • negeri kaum yang dibinasakan,

  • atau tempat kehancuran orang-orang yang durhaka secara umum.


4. Tafsir Quraish Shihab (Tafsir Al-Misbah)

Quraish Shihab menjelaskan bahwa Taurat adalah pedoman hidup yang lengkap bagi masyarakat Bani Israil.

Ungkapan "mau'izhah" menunjukkan bahwa hukum Allah bukan sekadar aturan, tetapi juga pendidikan moral.

"Tafshīlan li kulli syai'" berarti penjelasan lengkap mengenai kebutuhan syariat mereka.

Perintah "fa khudzhā bi quwwah" mengandung pesan agar seorang pemimpin menjadi teladan dalam menjalankan wahyu.

Sedangkan "wa'mur qawmaka ya'khudzu bi ahsaniha" mengajarkan umat untuk selalu memilih sikap yang paling mulia, bukan sekadar yang paling mudah.


5. Tafsir Kementerian Agama RI

Kemenag menjelaskan bahwa Allah menuliskan dalam Taurat:

  • ajaran tauhid,

  • hukum ibadah,

  • hukum sosial,

  • nasihat,

  • pedoman kehidupan Bani Israil.

Perintah kepada Musa agar memegang Taurat dengan kuat menunjukkan bahwa wahyu harus dilaksanakan dengan penuh komitmen.

Perintah kepada Bani Israil agar mengambil yang terbaik mengajarkan semangat ihsan, yaitu menjalankan ajaran Allah dengan kualitas terbaik.

Ancaman memperlihatkan negeri orang-orang fasik menjadi pelajaran bahwa siapa pun yang menolak petunjuk Allah akan memperoleh akibat buruk.


Perbandingan 5 Ahli Tafsir

MufassirPokok Penafsiran
Ibnu KatsirTaurat berisi syariat, nasihat, halal-haram; Musa diperintah berpegang teguh dan mengajarkan yang terbaik.
Ath-Thabari"Min kulli syai'" berarti seluruh kebutuhan agama Bani Israil; "bi quwwah" berarti kesungguhan total.
Al-QurthubiMenjelaskan kandungan Taurat dan pentingnya memilih amal yang paling utama (ahsaniha).
Quraish ShihabWahyu adalah pedoman moral dan hukum; pemimpin harus menjadi teladan dalam mengamalkan wahyu.
Kemenag RITaurat menjadi pedoman hidup; ayat menekankan komitmen terhadap wahyu dan mengambil jalan terbaik.

Hikmah QS. Al-A'raf Ayat 145

  1. Wahyu adalah pedoman hidup yang lengkap sesuai kebutuhan umat.

  2. Ilmu agama harus diamalkan dengan sungguh-sungguh.

  3. Seorang pemimpin wajib mengajarkan syariat melalui keteladanan.

  4. Islam mendorong memilih amal yang paling baik (al-ahsan), bukan sekadar yang boleh.

  5. Kehancuran umat-umat terdahulu menjadi pelajaran agar tidak mengulangi kefasikan dan pembangkangan terhadap Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar